Skip to main content

Featured

EPISODE 5 - SELF CARE; MEMBACA

Assalamu'alaikum, semoga kesehatan dan keimanan kalian dalam keadaan terbaik. Aku excited banget dengan tema self care kali ini. Kalau dengar kata membaca, apa yang ada di pikiran kalian? Sebagian orang pasti ada yang langsung ngantuk hahaha...Tapi kupikir dijaman sekarang ini banyak yang sudah mulai sadar bahwa membaca itu sangat penting, ya walaupun sebagian orang lebih suka membaca status teman di media sosial. Memang tidak salah, karena kita sedang berada di era teknologi. Nah tinggal bagaimana kita mem-filter apa yang kita baca di media sosial. Berdasarkan penelitian di media sosial yang ku punya, banyak  sekali ternyata teman-teman yang lebih tertarik membaca status yang kontroversial, atau pisuhan. Mereka juga lebih tertarik melihat postingan foto daripada artikel. Jadi banyak orang yang menjadikan foto sebagai trik menarik minat orang untuk membaca. Itupun jika fotonya bukan foto selfie sedikit sekali sepertinya yang tertarik, itulah kenapa banyak orang yang ingin menyampa…

AKU MENCINTAI DENGAN CARA YANG BERBEDA


Nadia terseyum riang setelah membaca SMS dari Gina yang menyatakan dirinya hampir sampai diarea perlombaan. Ya, memang hanya Gina yang masih berhubungan baik dengan Nadia. Meski usianya yang jauh lebih tua dia selalu bilang, “Tidak mau kalah sama yang muda-muda.” Disebabkan itu jugalah kenapa gaya berpakaiannya heboh dan melebihi yang masih muda termasuk juga Nadia. Padahal Nadia notabennya sangat fhasionable. Dibilang kalah gaul memang tidak, karena Nadia lebih memilih untuk tetep mempertahankan karakternya. Dia lebih nyaman berada disebalik kerudung. Dan menentang apapun yang dianggapnya tidak baik. Nadia hanya kalah mini dibanding dengan teman-temannya. Ya Gina dan teman sepermainannya yang lain selalu berpakaian mini. Yang terkadang membuat Nadia risih berjalan mereka.

Sesaat HP-nya berdering Nadia sengaja tidak menjawabnya, karena dia tau bahwa Gina sudah sampai. Dengan gesit Nadia bergegas membuka pintu dan dilihatnya Gina yang sedang berjalan kearahnya diikuti Sarah dan Harris dari belakang. Nadia mengucek matanya untuk memastikan bahwa dirinya sedang tidak bermimpi. Dia tidak menyangka teman yang belakangan ini mengasingkan diri darinya kini hadir dihari pentingnya itu.

“Sarah? Harris?” Gumamnya dalam hati.

“Hai neng!” Sapa Gina.

“Assalamu’alaikum kak!” Nadia memberi salam lalu menyambut tangan Gina dan menciumnya.

Setelah menjawab salam dan cipika-cipiki Gina asik menceritakan perjalanannya yang nyasar untuk menuju area perlombaan tersebut. Nadia hanya tersenyum setengah ketawa dan mengelus bahu Gina.

“Aku dianggurin nih?” Ucap Sarah.

“Hei, bagaimana kabarmu?” Jawab Nadia menyalaminya.

Spontan Sarah memeluk Nadia lalu memujinya cantik dengan gamis dan kerudung yang dipakainya. Nadia tersenyum dan mengucapkan terima kasih. Harris tersenyum lalu menyalami Nadia. Entah berapa lama Nadia tidak bertemu dengan Sarah dan Harris. Rasanya memang sedikit kagok seperti menyambut kedatangan orang asing. Karena selama inipun mereka yang seperti sengaja mengasingkan diri. Meski sebenarnya tidak dapat dipungkiri bahwa mereka semua selalu dekat dihati Nadia. Mereka selalu menjadi bait khusus didalam setiap doa yang Nadia panjatkan. Namun apa mereka tau? Ah, mereka tidak perlu tau!

Entah kedatangan mereka memang untuk memberi dukungan atau tidak namun bagi Nadia kedatangan mereka sangat berarti. Begitu acara selesai Gina mengajak Nadia untuk jalan-jalan barsama Sarah juga Harris. Nadia merasa sangat bahagia saat itu. Berada diantara temen-teman yang sangat disayanginya. Walaupun mungkin mereka tidak tahu akan hal itu.

Sarah memang tidak banyak berubah, style nya masih seperti dulu, dengan dress pendeknya. Dan melakukan hal diluar the right line.

“Aku mau makan sup itu saja.” Ucapnya ketika semua sedang kebingungan mau makan apa.

Di food centre memang jarang sekali penjual makanan yang menjual makanan halal. Nadia tau betul tempat itu. Hanya ada satu penjual yang menjual makanan halal. Nadia memberi tau kepada teman-temannya untuk tidak membeli makanan kecuali di tempat yang berlabel halal. Sambil menunjuk tempat satu-satunya yang menjual makanan halal, Nadia menjelaskan.

“Apa Cuma itu saja yang mereka jual?” Tanya Gina.

“Iya, paling tidak itu halal. Atau mau makan ditempat lain saja?” Nadia mencoba memberi jalan keluar yang baik.

Namun Sarah tetap ingin makan sup seperti yang dia inginkan. Nadia tidak habis pikir. Dan diapun terdiam mendengar semua keinginan Sarah. Ingin sekali menegurnya namun Nadia tidak ingin kejadian itu terulang lagi. Kebiasaannya menegur dan mengingatkanlah yang membuat teman-temannya itu mengasingkan diri. Alias menjauh. Tapi jika aku hanya diam apakah aku patut disebut seorang teman? Ya Allah, jangan Engkau biarkan aku menjadi saksi mereka orang-orang yang kusayangi melakukan dosa. Entah apakah Engkau sudi mengampuni dosa yang selama ini kami lakukan jika kini hal yang kami tau ketidakbenarannya saja masih saja ingin kami lakukan. Beri aku petunjukmu untuk mencegah hal ini terjadi Ya Allah. Jika benar Engkau tidak akan menerima amal seorang hamba yang memakan makanan atau minuman yang tidak halal selama 40 hari. Bagaimana jika sebelum 40 hari itu berakhir lalu ajal kami menjemput? Nadia gelisah tidak menetu. Ingin sekali rasanya mencegah supaya Sarah tidak memankan barang haram itu. Namun dia enggan menggunakan cara lama yang strick forward, Karena mungkin hal itu akan membuat mereka menjauh lagi. Namun aku seperti ditertawakan syaitan jika hanya diam. Berilah aku cara Ya Allah. Untuk tetap menjaga hati mereka supaya tidak tersinggug tapi sekaligus mencegah mereka.

Sarah dan Harris sudah berjalan untuk memesan makanan yang tidak halal itu. Nadia pun semakin resah. Dia tetap tidak ingin hal itu terjadi.

“Emm.. kak, bagaimana kalau kita makan di KFC saja?” Tanya Nadia spontan kepada Gina.

“Ahaa! Good idea. Bentar ya kakak panggil mereka dulu.” Jawab Gina menyetujui.

Nadia tersenyum lega ketika Sarah dan Haris kembali ketempat duduknya. Hatinya tak henti bersyukur. Entah apa yang membuatnya mempunyai ide seperti itu. Mungkin saja Allah telah mendengar doanya.

Mereka berjalan menuruni tangga di dalam Mall itu menuju KFC. “Seandainya kalian tau bahwa aku sangat menyayangi kalian semua. Mungkin kalian tidak akan menjauhi aku ketika aku menegur dan mengingatkan kalian. Karena itu adalah caraku menyayangi kalian supaya kita mendapat keberkahan dari Allah.” Ucap Nadia dalam hati.


-WinduMadness-

Comments

Popular Posts