Skip to main content

Featured

EPISODE 5 - SELF CARE; MEMBACA

Assalamu'alaikum, semoga kesehatan dan keimanan kalian dalam keadaan terbaik. Aku excited banget dengan tema self care kali ini. Kalau dengar kata membaca, apa yang ada di pikiran kalian? Sebagian orang pasti ada yang langsung ngantuk hahaha...Tapi kupikir dijaman sekarang ini banyak yang sudah mulai sadar bahwa membaca itu sangat penting, ya walaupun sebagian orang lebih suka membaca status teman di media sosial. Memang tidak salah, karena kita sedang berada di era teknologi. Nah tinggal bagaimana kita mem-filter apa yang kita baca di media sosial. Berdasarkan penelitian di media sosial yang ku punya, banyak  sekali ternyata teman-teman yang lebih tertarik membaca status yang kontroversial, atau pisuhan. Mereka juga lebih tertarik melihat postingan foto daripada artikel. Jadi banyak orang yang menjadikan foto sebagai trik menarik minat orang untuk membaca. Itupun jika fotonya bukan foto selfie sedikit sekali sepertinya yang tertarik, itulah kenapa banyak orang yang ingin menyampa…

BUKAN SEMBARANG JUTEK -END

          Sontak  Aisyah  pun  menutup  bukunya  yang  hampir  jatuh  karena  kaget.  Dia  berlari  ke  kamar  dan  melihat  Mela  yang  terus  teriak  histeris  memanggil  namanya.  Aisyah  menggoyang-goyangkan  badan  Mela  mencoba  menbangunkan  nya.

"Mel..Mel...bangun!  Aku  di  sini,  kamu  kenapa?"

Tidak  lama  kemudian  Mela  pun  bangun,  badannya  penuh  dengan  peluh.  Matanya  terbelalak  seperti  syok  melihat  sahabatnya  itu  berada  di  hadapannya.  Wajah  Aisyah  pun  diraba  perlahan  olehnya,

"Cha!  Ini  beneran  kamu?"

"Iii...ii..iya,  ini  aku.  Kamu  kenapa?"  jawab  Aisyah  terbata-bata  sekaligus  heran.

Mela  memeluk  Aisyah  dengan  erat.  Dalam  hati  ia  bersyukur  karena  kejadian  yang  mengerikan  itu  hanya  mimpi  buruk  belaka.  Aisyah  semakin  heran  dengan tingkah  Mela  yang  histeris.  Dia  mencoba  melepas  pelukan  sahabatnya  dan  beranjak  pergi  ke  dapur.  Tidak  lama  kemudian  Aisyah  kembali  dengan  membawa  segelas  air  putih  untuk  Mela.  Tidak  sampai  30 detik  gelaspun  kosong.  Mela  terlihat  sangat  kehausan  seperti  baru  saja  melakukan  perjalanan  di  padang  pasir.

"Kamu  mimpi  buruk?"  tanya  Aisyah  kepada  Mela.

"Hu'um.." jawab  Mela  sembari  menggukan  kepalanya.

"Mimpi  apa  sampai  histeris  gitu?

Setelah  menceritakan  mimpi  yang  dialaminya,  Mela  memeluk  Aisyah  seperti  benar-benar  tidak  mau  kehilangan  sahabatnya.  Aisyah  hanya  tersenyum  dan  mengelus  kepala  Mela.

"Makanya  lain  kali  kalau  mau  tidur  nunggu  Isya'  dulu!"  ucap  Aisyah.

Ia pun  bangkit  dari  tempat  duduknya  dan  berlalu  meninggalkan  Mela.  Dengan  meng'ehemkan  ucapan  sahabatnya  Mela  turut  bangkit  dan  membututi  Aisyah  keluar  dari  kamar.  Aisyah  melanjutkan  membaca  buku  yang  baru  dipinjamnya  tadi  sore.  Melihat  judul buku  yang  dibaca  sahabatnya, "La-Tahzan; Jangan  Bersedih"  membutang  biji  mata  Mela  seperti  hampir  mau  keluar.  Dan  spontan  merebutnya  dari  tangan  Aisyah.  Sontak  Aisyah  pun  kaget.

"Apaan  sih, Mel!?" bentak  Aisyah.

"Kapan  kamu  beli  buku  ini?" tanya  Mela  kepada  Aisyah.

"Hmm..itu  dapet  minjem  dari  temen," jawab  Aisyah  datar.

"Temen  cowok?"  dengan  nada  sangat  penasaran  Mela  masih  bertanya.

"Sejak  kapan  aku  punya  temen  cowok, Mel?  Itu  minjem  dari  temen  kursus.  Puas?! Makanya  kalau  mau  tidur  baca  doa  dulu  biar  mimpinya  indah.  Noh..udah  Adzan,  Isya'an  dulu  monggo!"

Sambil  berjalan  meninggalkan  Mela  yang  masih  tercengang  Aisyah  mematikan  radio  yang  sedari  tadi  berisik  sendiri.  Melihat  sahabatnya  yang  masih  duduk  di  sofa  memandang  buku  sembari  menggaruk-garuk  kepalanya.  Aisyah  melempar  bantal   ke  arahnya,  Mela  kaget  bukan  kepalang  terpekik   mengejar  Aisyah  yang  tertawa  terbahak-bahak  sambil  berlari  ke  lantai  atas  rumah  kontarkan  mereka.

"Aisyahhhhhhhhh!!!"

TAMAT


-WinduMadness-

Comments

  1. membangunkan bukan menbangunkan,
    histeris bukan hysteria,
    30 detik bukan 30detik,
    mengiyakan bukan meng'ehemkan,

    Perhatikan juga penggunaan tanda baca, Nduk ... terutama penulisan huruf setelah tanda petik tutup ( ... "), harusnya diawali pake huruf kecil kecuali itu nama orang, tempat dsb, yang mengharuskan pake kapital.

    Overall ceritanya bagus, Keep writing, NduK! ^_^


    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi bukannya kalo setelah tanda (..'') itu tanda baca(!/?/.) harus dimulai pake huruf besar ya? kecuali kalo tanda koma.
      Contoh: "Kamu mimpi buruk?" Tanya Aisyah kepada Mela.

      Atau gini, "Kamu mimpi buruk?" tanya Aisyah kepada Mela.
      pernah nanya soal itu sama temen soalnya :D

      Delete
    2. yang kedua yg bener, kecuali kalo langsung diikuti ama nama Orang. Misal,

      "Kamu mimpi buruk?" Aisyah bertanya kepada Mela.

      Delete

Post a comment

Popular Posts