Skip to main content

Featured

EPISODE 5 - SELF CARE; MEMBACA

Assalamu'alaikum, semoga kesehatan dan keimanan kalian dalam keadaan terbaik. Aku excited banget dengan tema self care kali ini. Kalau dengar kata membaca, apa yang ada di pikiran kalian? Sebagian orang pasti ada yang langsung ngantuk hahaha...Tapi kupikir dijaman sekarang ini banyak yang sudah mulai sadar bahwa membaca itu sangat penting, ya walaupun sebagian orang lebih suka membaca status teman di media sosial. Memang tidak salah, karena kita sedang berada di era teknologi. Nah tinggal bagaimana kita mem-filter apa yang kita baca di media sosial. Berdasarkan penelitian di media sosial yang ku punya, banyak  sekali ternyata teman-teman yang lebih tertarik membaca status yang kontroversial, atau pisuhan. Mereka juga lebih tertarik melihat postingan foto daripada artikel. Jadi banyak orang yang menjadikan foto sebagai trik menarik minat orang untuk membaca. Itupun jika fotonya bukan foto selfie sedikit sekali sepertinya yang tertarik, itulah kenapa banyak orang yang ingin menyampa…

PENGAGUM

Pagi  yang  dingin  setelah  semalaman   hujan.  Rasanya  enggan  membuka  mata.  Tetapi  subuh  sudah  menunggu,  "Keburu  siang!"  Serunya.
Hari  ini  ada  kelas  terakhir  sebelum  ujian  jadi  aku  harus  pergi  ke  sekolah.  Setelah  menyetrika  baju   yang  akan  kupakai,  aku  memoles  tipis  wajahku  dengan  bedak.

"Have  a  good  day,  Fa!"  Ucapku  pada  diri  di  depan  cermin.

Kuraih  headphone  yang  tergantung  dekat  jendela  lalu  kupasang  di  telinga  untuk  mendengarkan  lagu  yang  kuputar  dari  MP3.  Sudah  pukul 9:00  tapi  aku  baru   mau   keluar  meninggalkan  rumah.  Padahal  kelasku  sudah  mulai  setengah  jam  yang  lalu.  Kelas  dimulai  lebih  awal  semenjak  ada  perubahan  jadwal.  Bagiku  jam 8:30  terlalu  pagi.  Dan  aku   sangat  benci  meninggalkan  kasurku  terlalu  pagi.  Ketika  perubahan  jadwal  dirubah  aku  masih  berusaha  untuk  rajin,  datang  tepat  waktu.  Tapi  lama  kelamaan  sepertinya  aku  lelah  sendiri.  Bagaimana   tidak,  setelah  seminggu  berkutat  dengan  pekerjaan  tentu  aku  ingin  beristirahat  di  hari  libur.  Terlebih  lagi  hari  sabtuku  yang  luar  biasa  double  sibuk .  Dan  minggu  pagi  harus  pergi  terlalu  awal.   Tapi  ya  apa  boleh  buat?  Itulah  perjuangan.

Untuk  ke  sekolah  aku  harus  menaiki  bus.  Dan  aku  harus  berjalan  kaki  kurang  lebih  20  menit  untuk  sampai  ke  Halte.  Hmmm...
Sedang  asik  mengotak-atik  HP  sebuah  mobil  berwarna  biru  mendekatiku.  Aku  tidak  menghiraukannya  sampai  pada  akhirnya  empu  si  pemilik  mobil  itu memanggiku.  Aku  berhenti  lalu  kudoangakan  kepala  dari  terus  melihat   layar  HP.

"Yes?"  Tanyaku.

"Good  morning!  Apakah  kamu  keberatan  jika  aku  mau  mengantarmu?"

Mengantarku?  Aku  terbelengu  tanda  tanya.  Memang  sepertinya  aku  kenal  dengan  orang  itu,  tapi  siapa?
Aku  menolaknya  dengan  baik,  dia  tidak  menyerah  untuk  terus  memintaku  menerima  tawarannya.

"Pleaseee.."  Dia  memohon.

Kulirik  jam  tangan  di  pergelangan  tanganku.  Sudah  terlalu  telat.  Gini-gini  aku  mantan  ketua  kelas.  Disiplin  seharusnya  kuterapkan.  Aku  memandang  wajahnya  yang  masih  dengan  tampang  memohon.

"Fine!"  Jawabku.

Aku  memasuki  mobilnya  sembari  kulemparkan  senyum  keraguan.  Di  dalam  mobil  aku  mencoba  membuka  obrolan  dengannya.  Ah,  gara-gara  kesiangan  aku  jadi  menerima  tawaran  orang  asing  ini.  Apa  memang  sudah  Tuhan  rencanakan?   Supaya  aku  kesiangan?  Aduh  ngomong  apa  sih  aku   ini.

"Lampu  merah  belok  kanan  ya!"  Pintaku  kepadanya.

"Oke.."  Jawabnya  singkat.

"Sepertinya  aku  pernah  melihatmu,  apa  kamu  pernah  melihatku  sebelumnya?"

"Sering.."

Aku  mengerutkan  dahi,  mencoba  mengingat  siapakah  gerangan.  Dia  menunjukan  buku  note  kecilnya,  aku  diam  seketika.  Ada  perasaan  kaget  di  dalam.  Bagaimana  mungkin  aku  tidak  sadar  ada  yang  memerhatikanku  selama  ini?
Dia  menulis  nomer  rumahku  dan  setiap  tanggal  dan  jam  ketika  dia  melihatku.  Mungkin   saja  dia  sengaja  merancang  semua  ini?   Tapi  hanya  orang  yang  kurang  kerjaan  saja  yang  merancang  hal  gila  sebegitu.  Dan  dia?

"Tapi  kenapa?"  Tanyaku  kemudian.

"Mungkin  kamu  tidak  percaya  ini  tapi  jujur,  aku  mengagumimu."

"Stop!  Itu  sekolahanku,  aku  sudah  sangat  telat."  Ucapku  kepadanya  dengan  sangat  gugup  karena  kaget  dengan  pengakuannya.

"Terima  kasih  sudah  mengantarku,  sampai  bertemu  dilain  waktu."  Lanjutku.

Satpam  sekolah  menyambutku  dengan  senyuman  ketika  aku  memasuki  gerbang.  Aku  membalas  senyumnya  dengan  ucapan  selamat  pagi.  Tanpa  menghiraukan  entah  orang  itu  masih  memerhatikan  langkahku  atau  tidak  dari  dalam  mobil.  Aku  tidak  menoleh  untuk  melihatnya  sama  sekali.  Kupercepat  langkahku  menuju  kelas  yang  sudah  mengahiri  jam  pertama  pelajaran   pagi  itu.


-WinduMadness-





Comments

Popular Posts