Skip to main content

Featured

EPISODE 5 - SELF CARE; MEMBACA

Assalamu'alaikum, semoga kesehatan dan keimanan kalian dalam keadaan terbaik. Aku excited banget dengan tema self care kali ini. Kalau dengar kata membaca, apa yang ada di pikiran kalian? Sebagian orang pasti ada yang langsung ngantuk hahaha...Tapi kupikir dijaman sekarang ini banyak yang sudah mulai sadar bahwa membaca itu sangat penting, ya walaupun sebagian orang lebih suka membaca status teman di media sosial. Memang tidak salah, karena kita sedang berada di era teknologi. Nah tinggal bagaimana kita mem-filter apa yang kita baca di media sosial. Berdasarkan penelitian di media sosial yang ku punya, banyak  sekali ternyata teman-teman yang lebih tertarik membaca status yang kontroversial, atau pisuhan. Mereka juga lebih tertarik melihat postingan foto daripada artikel. Jadi banyak orang yang menjadikan foto sebagai trik menarik minat orang untuk membaca. Itupun jika fotonya bukan foto selfie sedikit sekali sepertinya yang tertarik, itulah kenapa banyak orang yang ingin menyampa…

CINTA ITU TAU JALANNYA PULANG

Cinta  itu;  ikhlas  aku  lepaskan  begitu  saja  kepadamu. Berharap  dapat  mengindahkan  setiap  langkahmu.  Terkadang  aku  rindu.  Ya, aku  rindu  dengan  bentuk-brentuk  cinta  yang  kulepas  itu.  Namun  aku  yakin,  suatu  hari  aku  akan  melihatnya  kembali  dengan  hasil.  Jika  senyuman  merekah  di  bibirmu, artinya  cintaku  telah  mengerjakan  tugasnya  dengan  baik  ketika  menemani  langkahmu.

Aku  merindukanmu...
Aku  menepuk-nepuk  dadaku  malam  itu.  Bertanya   apakah  hati  ini  masih  memiliki  stok  cinta  yang  bias  kuberikan  kepadamu?  Sepertinya  aku  telah  memberikannya  semuanya  untukmu.
"Ah,  ini  gila!"  Bentakku  pada  diri.
"Kenapa tidak  kau  katakan  saja  yang  sejujurnya  jika  kamu  mencintainya,  nak?"  Tanya  Ibuku  yang  tengah  menyulam  di  ruang  tengah.

Aku  tersenyum.  Ternyata  Ibu  mendengar  aku  membentak  diriku  sendiri.  Aku  mendekatinya.  Kupeluk  dan  kucium  berulang  kali  wanita  itu  dengan  penuh  kasih.  Beliau  mengelus  kepalaku  seperti  biasa.  Lalu  mengecup  keningku.

"Kamu  sangat  mirip  dengan  Ayahmu."  Ucap  Ibuku.

Aku  masih  tersenyum.  Mungkin  Ayah  sedang  bermain-main  di  kepala  Ibu.  Air  matanya  mulai  mengalir  membasahi  pipinya  yang mulai  keriput.

"Tidakah  kamu  lelah  mencintainya?"  Tanyanya  kemudian.

Aku  terkejut  dengan  pertanyaannya  yang  sangat  obyektif  itu.  Sebuah  kalimat  sudahpun  berhenti  di  hujung  lidah  menunggu  untuk  diucapkan.  Entah;  apakah  jawaban   yang  akan  kuucap  sama  dengan  jawaban  Ayah  ketika  pertanyaan  yang  sama  ditanyakannya?  Kutatap  mata  Ibu  yang  sayu.

"Tidakah  kamu  lelah  mencintainya?"  Ulangnya.

Aku  menggeleng  lalu  tersenyum,

"Cinta  itu  tahu  jalannya  pulang."  Jawabku.

Aisyah  menutup  novel  yang  ada  di  hadapannya  ketika  melihat  suaminya  berjalan  menuju  dirinya.

"Sudah  malam,  dingin  di  luar."  Ucap  Andre.

Aisyah  tersenyum,  berdiri  lalu  menggandeng  suaminya  masuk  ke  dalam. []



Buku  antalogi  ketigaku.  Bagi  yang  belum  punya  dan  penasaran  sama  kumpulan  cerita  yang  ada  di  dalam  buku  ini.  Just  grab  your  copy!



Comments

Popular Posts