Skip to main content

Featured

EPISODE 5 - SELF CARE; MEMBACA

Assalamu'alaikum, semoga kesehatan dan keimanan kalian dalam keadaan terbaik. Aku excited banget dengan tema self care kali ini. Kalau dengar kata membaca, apa yang ada di pikiran kalian? Sebagian orang pasti ada yang langsung ngantuk hahaha...Tapi kupikir dijaman sekarang ini banyak yang sudah mulai sadar bahwa membaca itu sangat penting, ya walaupun sebagian orang lebih suka membaca status teman di media sosial. Memang tidak salah, karena kita sedang berada di era teknologi. Nah tinggal bagaimana kita mem-filter apa yang kita baca di media sosial. Berdasarkan penelitian di media sosial yang ku punya, banyak  sekali ternyata teman-teman yang lebih tertarik membaca status yang kontroversial, atau pisuhan. Mereka juga lebih tertarik melihat postingan foto daripada artikel. Jadi banyak orang yang menjadikan foto sebagai trik menarik minat orang untuk membaca. Itupun jika fotonya bukan foto selfie sedikit sekali sepertinya yang tertarik, itulah kenapa banyak orang yang ingin menyampa…

DIA MENGAKU MANTAN


Inun  pamit  pulang  sejurus  saja  Roy  sampai.  Entah  apa  alasannya  tiba-tiba  dia  memutuskan  pulang.  Roy  menyalami  dan  memeluknya  tanpa  canggung,  sebagaimana  yang  biasa  dilakukannya  kepada setiap teman. Meski  tanpa  canggung  tapi  Roy  menyatakan  bahwa  dirinya  surprise  dengan  keberadaan  Inun  di  situ.  Aku  bersikap  sesantai  mungkin. Pura-pura  tidak  tau  apapun  tentang  apa  yang  terjadi  di  antara  mereka.  Mungkin  Inun  beranggapan  bahwa  aku  sengaja  menjebak  mereka  berdua  untuk  bertemu.  Padahal  tidak  sama  sekali.  Semua  mengalir  begitu  saja.

"Kamu  kenal  dengan  Inun?"  Tanyaku  kepada  Roy.

Mungkin  pertanyaan  yang  aneh  karena  sudah  jelas  aku  tau  mereka  saling  kenal.  Entahlah,  pertanyaan  itu  keluar  begitu  saja.

"Iya,  aku  mengenalnya  sekitar  6  bulan  yang  lalu."  Jawab  Roy.

"Oh.."

"Sebenarnya  group  conversation  malam  itu  terbentuk  dengan  tidak  sengaja,  aku  sendiri  juga  tidak  tau  mengapa  bisa  begitu  karena  HP  berada  di  saku  celanaku." Ucap  Roy  membahas  tentang  kejadian  malam  itu.

Aku  hanya  diam  mendengarkannya.  Sesekali  Roy  melirikku.  Mungkin  heran  karena  aku  hanya  diam  tanpa  sepatah  katapun.  Aku  sendiri  juga  tidak  tau  harus  bicara apa.  Dibilang  hilang  mood  sebenarnya  tidak  juga.  Tapi  entah  aku  sedang  ingin  diam.  Sambil  sesekali  mengingat  apa  yang  Inun  ceritakan  melalui  inbox  di  facebook  ketika  itu.  Apa  aku  harus  bertanya  pada  Roy  tetang  apa  yang  terjadi  antara  mereka?

"Kamu  sendiri  kok  bisa  kenal  dengan  Inun?"  Tanya  Roy  kemudian,  menyadari  aku  yang  hanya  diam  sedari  tadi.

Aku  mulai  menceritakan  awal  mula  perkenalanku dengan  Inun  sampai  dengan  ceritanya  kepadaku tentang  Roy.  Jelas  sekali  Roy  sangat  kaget  dengan  cerita  yang  kuceritakan  kepadanya.  Yang  tadinya  Roy  hanya  bercerita  sedikit  tentang  pertemanannya  dengan  Inun,  akhirnya  dia  menceritakan  semuanya  kepadaku.
Cerita  berbeda  versi  yang  ku  dengar  dari  sahabatku  dan  wanita itu. Sebenarnya  apa  masalahnya?  Kenapa  wanita  itu  seolah-olah  memilih aku  untuk  mendengar  cerita  karangannya?

"Kenapa  kamu  tidak  mau  dengan  Inun?  Dia  wanita  yang  baik  sepertinya." Ucapku  kemudian.

"Ngaco  kamu, Sya!"  Jawab  Roy.

"Kenapa?"

"Aku  bukan  anak  ABG  lagi,  sudah  saatnya  untuk  serius  bukan  main-main."

"Apa  menurutmu  Inun  tidak  serius?"  Tanyaku  heran. Ku  pikir  mereka  sama-sama  dewasanya  kok.  Dan  mereka  juga  serasi.

Seperti  yang  memang  aku  tau  pasti  sifat  sahabatku  itu,  dia  sangat  mengutamakan  keluarganya.  Adalah  hal  yang  tidak  membuat  keluarganya  senang  jika  dia  menikah  dengan  janda.  Baru  aku  tau  bahwa  ternyata  Inun  itu  sudah  janda.  Menurutku  gadis  ataupun  janda  bukan  suatu  masalah  besar.  Toh  kalau  sudah  jodoh  tetap  saja  mereka  akan  bersatu.  Siapa  yang  bisa  melawan  kodrat  Allah?

"Inun  memang  baik,  terlepas  dari  statusnya  yang  janda.  Sebenarnya  aku  hanya  menyayanginya  sebatas  teman,  tidak  lebih!  Tapi  semenjak  aku  menyatakan  kepadanya  bahwa  kami  tidak  bisa  menjalin  hubungan  lebih  dari  sekedar  teman,  dia  kecewa.  Dan  semenjak  itu  jugalah  hubungan  kami  tidak  sedekat  dulu."  Jelas  Roy  kepadaku.

Aku  hanya  mengangguk-aguk.  Tidak  tau  mau  memberi  komen  apa.  Hanya  saja  aku  tidak  habis  pikir  Inun  tega  mengarang  cerita  yang  sebegitu  tentang  Roy.  Aku  mulai  dapat  membaca  bahwa  sebenarnya  Inun  cemburu  dengan  kedekatanku  dengan  Roy.  Tapi  kenapa  harus  cemburu?  Bukankah  wajar  jika  aku  dekat  dengan  Roy?  Karena  kami  bersahabat. Seandainya  Inun  dan  Roy  bersatupun  aku  akan  turut  bahagia.

Seolah-olah Inun  tidak  mau  melanjutkan  hubungan  pertemanan ini denganku, setelah kejadian itu.  Bisa  dibaca  dari  sikapnya  yang  menjauh  dariku.  Ketika  dia  menyatakan  ingin  bertemu  dengan  temanku  yang  sudah  menjadi  temannya, lalu di  sana  ada  aku.  Dia  akan  membatalkan  pertemuan.  Bahkan  sempat  dia  bilang  ke  teman-temanku  bahwa  aku  adalah  madunya.  Dia  masih  saja  beranggapan  bahwa  dia  mantannya  Roy  dan  aku  jadi  yang  ke  dua. Aku  yang  tadinya  simpati  jadi  eneg!

Jika  dibilang  masalah  hati,  berarti  kan  hati  dia  dan  hatinya  Roy,  bukan  aku!  Kenapa  aku  diseret  sekalian  ke  dalam?  Pesan  terarkhir  yang  aku  dapat  darinya  juga  masih  seputar  permohonannya  untuk  aku  sudi  menjaga  Roy.

Aku  ilfeel  setengah  mati!
Hingga  pada  suatu  titik  aku  malas  bertemu  dengan  Roy.  Dan  jika  bertemupun  entah  kenapa  aku  jadi  ingin  selalu  bertanya  untuk  memastikan  bahwa  Inun  itu  benar-benar  bukan  mantannya.  Sampai  Roy  bersumpah  tanpa  kupinta.  Ah,  ini  hal  bodoh.  Seharunya  aku  lebih  mendengar  sahabatku  dari  pada  orang  yang  baru  aku  kenal.

Inun  itu  wanita  dewasa,  seharusnya  dia  juga  bisa  berpikir  dewasa.  Bukan  malah  kekanak-kanakan  begitu.  Jika  kedekatannya  dengan  Roy  belum  sampai  tahap  jadian  melainkan  teman  baik  dan  sekarang  tidak  sedekat  dulu.  Boleh  saja  dia  menyebut  dirinya  mantan.  Tapi  mantan  teman  baik  bukan  mantan  pacar!


Comments

Popular Posts