Skip to main content

Featured

EPISODE 5 - SELF CARE; MEMBACA

Assalamu'alaikum, semoga kesehatan dan keimanan kalian dalam keadaan terbaik. Aku excited banget dengan tema self care kali ini. Kalau dengar kata membaca, apa yang ada di pikiran kalian? Sebagian orang pasti ada yang langsung ngantuk hahaha...Tapi kupikir dijaman sekarang ini banyak yang sudah mulai sadar bahwa membaca itu sangat penting, ya walaupun sebagian orang lebih suka membaca status teman di media sosial. Memang tidak salah, karena kita sedang berada di era teknologi. Nah tinggal bagaimana kita mem-filter apa yang kita baca di media sosial. Berdasarkan penelitian di media sosial yang ku punya, banyak  sekali ternyata teman-teman yang lebih tertarik membaca status yang kontroversial, atau pisuhan. Mereka juga lebih tertarik melihat postingan foto daripada artikel. Jadi banyak orang yang menjadikan foto sebagai trik menarik minat orang untuk membaca. Itupun jika fotonya bukan foto selfie sedikit sekali sepertinya yang tertarik, itulah kenapa banyak orang yang ingin menyampa…

KABAR DARI GOA

Aku  bersikap  santai  seolah  tidak  terjadi  apa-apa.  Padahal  hati  ini  telah  memaksaku  mengeluarkan  gejolaknya.  Iya, aku  merindukannya.  Baru  beberapa  hari  saja  dia  pulang  kampung.  Bagaimana  kabarnya?  Dia  hanya  mengabariku  ketika  baru   setengah  jalan,  selanjutnya? 
Tentu  aku  kawatir.  Dia  sahabatku.  Aku  hanya  ingin  memastikan  dirinya  baik-baik   saja.  Apa  aku  harus  menghubunginya  terlebih  dulu?  Ah,  tapi  dia  janji  akan  menghubungiku.   Kuurungkan  niat  itu.  Jari  jemariku  memainkan  gagang  cangkir  berisi  kopi  latte  di  meja,  aku  mencoba  menghibur  diri.  Pasti   dia  sedang  melepas  rindu  dengan  keluarganya.  Dia  sedang  bahagia  menikmati  kebersamaan  itu.  Biarkan  sajalah... Aku  tidak  mau  mengganggunya.  Dan  aku  yakin  dia  baik-baik  saja.

"Aku  akan  segera  kembali.  Jaga  dirimu  baik-baik,   ya..." Ucapnya  lewat  telepon malam  itu  sebelum  Rahad  pulang.

Aku  hanya  mengangguk  meski  aku  tau  Rahad  tidak  melihat  anggukanku.  Ntah  ada  apa  perasaanku  tidak  enak  sama  sekali.  Seperti  akan  ada  sesuatu  yang  akan  terjadi.  Tapi  apa?  Entahlah...

"Hello  Sya...kamu  mendengarkanku?"

"Iya,  kamu  juga  jaga  diri.  Aku  akan  kangen  sekali  denganmu."

"Aku  akan  membawakanmu  sesuatu  dari  Goa,"

"Ah,  yang  penting  kamu  segera  kembali  saja  itu  sudah  cukup  sesuatu  bagiku."  Ucapku  datar.

Seminggu,  dua  minggu... Senyap.  Kemana  gerangan?  Baik-baik  sajakah  dia?  Perasaanku  mulail  gelisah.  Apa  lebih  baik   kau  menghubunginya  dulu  saja?  Tapi  dia  sudah  berjanji.  Aku  sangat  benci  dengan  pengingkaran!  Namun  tidak  dapat  dinafikan  gejolak  rindu  ini  yang  semakin  menjadi.

"Hei,  kamu  baik-baik   saja  kan?  Bagaimana  keluargamu?"  Sent.

Akhirnya  aku  akur   dengan  perasaan  amarahku.   Pesan  singkatpun  kukirim  dengan  perasaan  yang  bercampur  aduk.  Beberapa  saat  kemudian  pesan  itu  dibaca  olehnya,  kulihat  dari  laporan  tanda  centang  double  yang  bercahaya.  Namun  dia  tak  kunjung  membalasnya.
Namun  sehari  kemudian  balasan  yang  kunantikanpun  menggetarkan  ponselku.  Hanya  sekedar  baik  jawabannya,  juga  bertanya  kabar  balik  kepadaku. Obrolan kami berlannjut  yang  kemudian  membuatku  lupa  akan  amarah  itu.   Mungkin  amarah  itu  hanya  jelmaan  rasa  rinduku  yang  meluap terhadap sahabatku.

Hari  ini  sedikit   berbeda,  aku  sangat  semangat  sekali.  Ya,  karena  besok  adalah  hari  minggu.  Rahad  akan  kembali  ke  kota  Singa.  Dia  berjanji  untuk  meneleponku  begitu  dia  menginjakan  kakinya  di  Negara perjuangan ini.


Comments

Popular Posts