Skip to main content

Featured

EPISODE 5 - SELF CARE; MEMBACA

Assalamu'alaikum, semoga kesehatan dan keimanan kalian dalam keadaan terbaik. Aku excited banget dengan tema self care kali ini. Kalau dengar kata membaca, apa yang ada di pikiran kalian? Sebagian orang pasti ada yang langsung ngantuk hahaha...Tapi kupikir dijaman sekarang ini banyak yang sudah mulai sadar bahwa membaca itu sangat penting, ya walaupun sebagian orang lebih suka membaca status teman di media sosial. Memang tidak salah, karena kita sedang berada di era teknologi. Nah tinggal bagaimana kita mem-filter apa yang kita baca di media sosial. Berdasarkan penelitian di media sosial yang ku punya, banyak  sekali ternyata teman-teman yang lebih tertarik membaca status yang kontroversial, atau pisuhan. Mereka juga lebih tertarik melihat postingan foto daripada artikel. Jadi banyak orang yang menjadikan foto sebagai trik menarik minat orang untuk membaca. Itupun jika fotonya bukan foto selfie sedikit sekali sepertinya yang tertarik, itulah kenapa banyak orang yang ingin menyampa…

THE BEST BAKSO IN TOWN


"Bakso babat terenak menurut lidahku."

Indonesia memang dunia kuliner yang paling greget! Contoh makanan yang paling Indonesia banget adalah bakso. Bakso pada umumnya terbuat dari daging sapi dilumatkan bersama tepung kanji dan putih telur, biasanya dibentuk bulat-bulat. Bakso adalah makanan yang paling mudah ditemui. Variasi serta inovasinyapun kian beragam. Bahkan baru-baru ini aku baru tau kalau ada bakso berukuran giant dengan berat 2 koligram. Sudah tentu cara sebegitu menjadi daya tarik tersendiri untuk menarik para pelanggan.

Setiap orang mempunyai selera yang berbeda, maka adanya bakso yang beragam variasi nya menjadikan kuliner bakso di Indonesia semakin greget manja! :D
Bagiku bakso terenak yang pernah aku coba adalah bakso babat di belakang Rumah Sakit Baitul Hikmah, Gemuh - Kendal.
Selain enak pelayanan nya juga baik, ya karena temanku sendiri yang kerja di warung bakso bercat hijau itu. Hehe...
Setiap mempunyai kesempatan mudik ke kota Kendal, aku akan pergi dan makan di warung bakso tersebut paling tidak bisa seminggu sekali jika liburan nya agak lama.

Terkadang masih kebayang-bayang rasa bakso favorit itu meski masa liburan telah usai sebulan yang lalu. Bahkan sepeti orang nyidam setiap kali melirik jam diding yang berdentum di kamar...


"Jam dinding buatan seorang teman sebagai kenang-kenangan."



Jadi, jam dinding itu adalah buatan temanku sebagai kenang-kenangan. Selain bikin aku nyidam bakso terus setiap kali melihatnya, ada cerita di sebalik jam dinding buatannya itu. 
Waktu dia mau main ke rumah tapi malah nyasar sampe kuburan. Haha...
Akhirnya kami sepakat untuk bertemu di warung bakso saja, kebetulan dia juga suka makan bakso di warung yang sama. Aku datang bersama kedua adikku. Itu adalah pertemuan pertama kami setelah kurang lebih 2 tahun kenal melalui sosial media. Aku tipe orang yang pemalu jika dengan orang yang baru dikenal. Tapi kalau sudah kenal bisa malu-maluin. Hehe...

Seperti janjinya selama ini, kalau aku pulang mau di traktir bakso sepuasnya. Maka malam itu dia pun mentraktirku makan bakso plus challange. Challange nya adalah yang tidak habis harus bayar. Loh? Bukannya dia yang mau nraktir yah? Kok pake challange segala? :D
Meskipun favorit, tetap saja aku tidak mungkin bisa habis lebih dari semangkok. Aku pikir bakalan kalah, eh malah justru dia yang kalah dengan alasan kebanyakan sambal. Entah kalahnya di sengaja atau tidak, I'm not sure! :P
Saking senangnya menang, aku memfoto mangkok bekas kami makan. Kami tidak bicara banyak malam itu, selain aku harus melayani adik bungsuku yang super bawel, suasananya memang sedang makan.

Beberapa hari kemudian dia memintaku mengirim foto mangkok bakso yang kufoto itu. Sempat heran kenapa dia pun mau menyimpan foto mangkok tersebut? Sehari sebelum keberangkatanku ke Jakarta dia datang ke rumah secara mengejutkan.

"Mbak Ndu, ada temene sampean." Ucap Winda ketika aku sedang memasak di dapur.

"Hah? Temen mbak Ndu yang mana?" Tanyaku heran.

Biasanya temanku akan mengabariku terlebih dulu sebelum datang ke rumah. Lah ini kok tiba-tiba sudah njedul aja? Aku jadi salah tingkah, lalu kukecilkan api kompor. Aku mondar-mandir bingung mencari baju gamis yang entah aku lupa menggantungnya dimana?! Karena di dalam rumah aku terbiasa hanya memakai kaos oblong. Trus kerudungku? Ah, pada kemana ini?


"Dik, cariin baju mbak Ndu, please!" Pintaku kepada Winda.

Sejurus saja keluar dari kamar bawah, adikku melemparkan gamis dan kerudung yang kucari sampai bingung itu. Haduh, di situ ternyata. Dengan wajah kucel penuh minyak, aku keluar memberi salam menemui gerangan. Ya ampun, ternyata dia. Yang tempo hari kalah makan bakso denganku. :D

"Kok datang nggak ngabarin?" Aku membuka obrolan.

"Nggak ngabarin gimana, coba di cek itu BBM nya!"

Ups! Ternyata dia sudah nge'ping berkali-kali. Aku tidak mendengarnya karena HP di silent. Dia memberi bingkisan dengan plastik yang sama seperti bingkisanku tempo hari untuknya. Aku pikir dia tidak suka dan berniat mengembalikannya.

"Plastiknya aja yang sama, isinya beda." Ucapnya saat aku bertanya heran tentang kesamaan corak plastik tersebut. :D

Dia menyuruhku membuka dan akupun surprised! Mentang-mentang anak design grafis nih. Isi kepala nya di tuntut kreatif dan tidak kehabisan ide. Foto mangkok bekas bakso pun terpampang nyata di dalam jam yang dibuatnya itu.
Aku membawanya sampai ke Negeri Singa, dan kini tergantung syantik di dinding kamarku. And I'll always remember!

Comments

Popular Posts