Skip to main content

Featured

EPISODE 5 - SELF CARE; MEMBACA

Assalamu'alaikum, semoga kesehatan dan keimanan kalian dalam keadaan terbaik. Aku excited banget dengan tema self care kali ini. Kalau dengar kata membaca, apa yang ada di pikiran kalian? Sebagian orang pasti ada yang langsung ngantuk hahaha...Tapi kupikir dijaman sekarang ini banyak yang sudah mulai sadar bahwa membaca itu sangat penting, ya walaupun sebagian orang lebih suka membaca status teman di media sosial. Memang tidak salah, karena kita sedang berada di era teknologi. Nah tinggal bagaimana kita mem-filter apa yang kita baca di media sosial. Berdasarkan penelitian di media sosial yang ku punya, banyak  sekali ternyata teman-teman yang lebih tertarik membaca status yang kontroversial, atau pisuhan. Mereka juga lebih tertarik melihat postingan foto daripada artikel. Jadi banyak orang yang menjadikan foto sebagai trik menarik minat orang untuk membaca. Itupun jika fotonya bukan foto selfie sedikit sekali sepertinya yang tertarik, itulah kenapa banyak orang yang ingin menyampa…

MY TRIP MY ADVENTURE

Bekerja sebagai PRT di luar negeri itu tidak mudah, banyak sekali aturannya. Baik secara undang-undang negara maupun aturan yang memang dibuat oleh majikan. Tidak semua bisa dengan mudah mendapatkan hari libur. Aku pribadi alhamdulillah setiap hari minggu pasti llibur. Bisa cuti pulang kampung dipertengahan tahun dan pada bulan Desember biasanya aku akan mendapatkan kesempatan untuk berlibur secara singkat, sekitar 3-4 hari saja. Biasanya aku berlibur ke Malaysia. Selain anggarannya murah, Malaysia juga negara paling dekat dengan Singapore yang bisa di tempuh dengan transportasi darat. Kota di Malaysia yang paling dekat dengan Singapore adalah Johor Bahru. Untuk menuju Johor Bahru (JB) dari Singapore bisa dengan menyewa jasa taksi limo, naik bis umum, atau kendaraan sendiri.

Nah, kali ini aku ingin berbagi cerita pengalaman liburan singkatku tempo hari nih. Niatnya memang ingin ke Malaysia tapi tidak menentukan kota mana yang akan dituju. Seperti biasa aku hanya bertemankan tas gendong kesayangan yang sudah sekitar 4 tahun menemani setiap perjalananku. Dari Singapura aku tidak naik bis melainkan naik bumboat dari Changi Ferry Point Singapura menuju Pulau Pengerang Malaysia. Aku belum pernah ke sana sebelumnya, bahkan aku baru baca tentang Pulau Pengerang malam sebelum keberangkatanku. Kata Google cuaca saat keberangkatanku akan sangat buruk. Tapi ya sudahlah, lihat besok saja pikirku. Pukul 8:30 pagi aku sampai di Changi Ferry Point, bumboat akan berangkat setelah ada 12 penumpang dan saat itu baru ada 4 penumpang, artinya masih harus nunggu 8 orang lagi bumboat nya baru bisa berangkat.
Setelah satu setengah jam menunggu akhirnya genap juga 12 calon penumpang bumboat. Kurang lebih pukul 10 bumboat pun berangkat dengan ongkos $18 perorang.
Benar saja cuaca hari itu sangat mengerikan, sesampainya di tengah laut langit menjadi gelap, hujan mulai turun, angin berhembus kencang. Yang jelas aku sangat deg-degan, karena aku tidak bisa berenang seandainya hal buruk terjadi. Naudzubillah... Orang yang sedang dalam ketakutan memang pikirannya kadang ngelantur. Tapi aku pasrah, Allah yang Maha Menentukan.

Ketika langit mulai gelap

Setelah 45 menit kemudian bumboat pun menepi di Tanjung Pengelih, Malaysia. Alhamdulillah semua selamat sampai tujuan. Hujan masih deras saat itu. Setelah cop paspor aku melihat sekeliling terminal tersebut, ada peta Pengeranag terpampang besar di dalam sana. Aku membacanya dengan seksama, sambil merencanakan kemana langkah ini akan kuayun. Ada beberapa tempat yang menurutku menarik untuk dikunjungi. Desaru Ostrich Farm, Desaru Fruit Farm, dan Kota Tinggi Waterfall adalah beberapa tempat yang kuputuskan untuk menjadi tujuanku. Akupun keluar dari terminal tersebut, mencari-cari kendaraan umum untuk menuju ke sana. Tapi tak satu kendaraanpun kutemukan di sana. Hanya terlihat beberapa motor dan mobil yang terparkir di luar. Aku masuk kembali dan menanyakan kepada yang bertugas di meja informasi. Dan jawabannya pun membuatku garuk-garuk kepala, "Di sini memang tidak ada transpot umum menuju bandar." Aku benar-benar menggaruk kepala yang tidak gatal sama sekali hahaha...
Sesaat setelah itu petugas menanyakan tempat tujuanku, dan beliaupun membantuku menelponkan taksi. Bahkan katanya taksipun kadang mau kadang juga tidak mau mengambil penumpang dari terminal itu. Haduhhh...

Grab pun tidak beroprasi di sana

Sumpah, aku semakin bingung dan serasa sedang berlibur di Mars hahaha...
Hampir 20 menit lebih petugas itu mencoba membantuku menelpon taksi dan tidak satupun yang mau menerima. Sampai pada akhirnya ada seorang petugas lain di termimal tersebut yang baru saja datang karena ada shift sore, berhubung petugas tersebut datang lebih awal beliau menawarkan apakah aku mau diantarkan. Yakali rejeki ditolak :D
Beliau sangat ramah dan baik sekali, di dalam perjalanan menuju Desaru Ostrich Farm, beliau bercerita tentang beberapa tempat yang sempat kami lewati dan sesekali menyelipkan cerita tentang keluarganya.
Memberi makan burung unta

Sekumpulan burung unta yang berusia 2-5 tahun
Biaya masuk hanya RM2 dan membeli makanannya RM3. Setelah puas bermain dengan burung unta dan belajar tentangnya, aku memutuskan untuk mencari makan karena sudah sekitar pukul 2 siang. Pulau Pengerang sangat terkenal dengan makanan laut, jadi akupun mencari restoran makanan laut yang paling populer di sana. Hujan turun lagi, kali ini semakin deras, dan transportasi benar-benar sangat sulit sekali. Aku memberhentikan sebuah mobil tua yang dikemudi oleh orang yang sudah lumayan tua juga. Beliaupun bersedia mengantarkanku ke tempat pemberhentian bis antar kota. Aku membatalkan mengunjungi tempat yang lain karena cuaca kurang mendukung dan aku mulai bete dengan transportsi yang sulit ditemukan di tempat itu. Sesampainya di tempat pemberhentian bis, aku memutuskan untuk menuju ke Johor Bahru. Setelah 2 jam perjalanan sampailah aku di Johor. Kota yang lumayan sudah kukenal, aku langsung mencari tempat shalat.

Tujuan selanjutnya aku memutuskan untuk ke Kuala Lumpur. Tidak lupa ngemil dulu sebelum berangkat karena perjalanan menuju Kuala Lumpur dari Johor Bahru sekitar 4 jam 45 menit atau 5 jam. Di dalam perjalanan aku sambil nyari penginapan murah untuk backpacker. Jadi ketika sampai di Kuala Lumpur aku bisa segera istirahat. Aku memang lebih suka menginap di penginapan murah backpacker karena di sana aku bisa bertemu dengan sesama backpacker, bisa punya kenalan baru, dan saling berbagi cerita perjalanan masing-masing.

Hostel


Setelah mandi dan shalat aku memutuskan untuk keluar ke KLCC karena sepertinya masih terlalu awal untuk tidur. Eh pas sudah sampai di sana, hujan turun lagi, masyaAllah... meski bawa payung sepatuku tetap basah kuyup. Akhirnya aku membeli sepasang sandal jepit karena sepatu basah sangat tidak nyaman untuk di pakai.

Sebelum turun hujan

Setelah turun hujan :D
Aku menikmati setiap kejadian yang berlaku karena menurutku itulah pengelana sejati yang sesungguhnya. Sambil menunggu hujan reda aku mensruput teh tarik. Beberapa saat setelah hujan reda aku pulang ke kepenginapan.
Keesokan harinya aku mengunjungi Batu Caves. Selain tempat beribadah orang hindu, Batu Caves juga tempat turis. Aku memilih untuk tidak mengabadikan moment dengan berfoto, hanya beberapa menit video saja sudah cukup. Beragam manusia dengan tabiat yang berbeda berjubel di sana. 
Batu Caves menjadi tempat terakhir untuk liburanku kali ini, masih ada sehari lagi sebelum liburan singkatku usai, tapi aku memilih untuk pulang awal agar aku bisa istirahat dengan sempurna sebelum tugas negara dimulai. Kebetulan ada beberapa kerjaan yang mengharuskanku mengeluarkan tenaga lebih untuk beberapa hari kedepannya, jadi aku harus menyiapkan energi lebih. Sore itu aku langsung checkout dari penginapan. Dari Kuala Lumpur aku naik bis menuju Johor Bahru, lalu dari Johor Bahru aku ganti bis untuk menuju Singapura. 

Wah, panjang ya ceritanya hehe... Entah kenapa aku lebih menikmati perjalanan sendiri daripada perjalanan rombongan. Karena perjalanan sendiri aku jadi belajar mandiri, bertanggung jawab akan diri sendiri, memecahkan masalah dan mencari solusi sendiri, belajar pede dan yang paling penting aku bisa menemukan diriku sendiri.

Kiranya itu cerita yang bisa kubagikan. Semoga tidak bosan membaca karena ceritanya panjang. Terima kasih sudah mampir dan selamat karena tulisanku memilihmu untuk menjadi pembacanya :)

Comments

Popular Posts