GENTING HIGHLAND MALAYSIA

Assalamu'alaikum gaes, semoga kalian dalam keadaan sehat wa'afiat serta bahagia. MasyaAllah, tidak terasa kita sudah memasuki bulan yang kedua di tahun 2020 ini. Artinya pemanasan kita di bulan pertama sudah usai, saatnya menjalani tahun ini InsyaAllah dengan lebih siap. Apalagi bagi yang baru abis liburan sempena Imlek kemarin, seharusnya sih segalanya sudah di recharged. 
Aku juga abis liburan ke Genting Highland, Malaysia. Tapi kalau boleh jujur liburanku kemarin sih bukan untuk recharge, karena melakukan liburan sebagai backpacker itu capek gaes hehe... Tentu bukan hanya capek, karena pengalaman yang didapat ketika perjalanan itu justru tiada bandingan. 
Genting Highland adalah puncak gunung yang terletak dalam Banjaran Titiwangsa di Semenanjung Malaysia berada di 2000m di atas permukaan laut. Suhunya tidak melebihi 25°C menjunam ke bawah hingga 14°C secara tahunan. Aku sengaja memilih Genting Highland sebagai tujuan karena konsepnya yang menarik, yaitu di atas gunung dan segalanya menyatu dengan alam, secara aku sangat suka sekali hal-hal yang berbau alam. Genting Highland dikelola oleh Resort World, sama dengan Sentosa di Singapore. Genting Highland juga biasa dikenal sebagai Las Vegas nya Malaysia. Terdapat beberapa hotel mewah, bahkan hotel terbesar di dunia dengan jumlah kamar 7,351 juga ada di sana, theme park, lapangan golf, mall, simulator sky diving, cable car, hall konser, dan masih banyak yang lainnya. Tempat yang paling menarik menurutku adalah Chin Swee Caves Tample, selain karena terletak dipaling puncak gunung tersebut juga karena dari pagoda yang terletak di sana kita bisa menikmmati pemandangan yang masyaAllah sangat indah. Uniknya di sana kita akan mengalami kesulitan untuk mengambil foto yang jelas karena kabut awan menyelimuti sebagian besar tempat. Jadi untuk bisa mengambil foto yang jelas, kita harus menunggu ada angin yang berhembus agak kuat untuk membawa kabut awan terbang ke arah lain. 


Chin Swee Caves Tample

Jika tidak berkabut awan, maka akan terlihat
 pemandangan yang hijau gunung tersebut.

Aku juga sempat mencoba Awana Skyway yang biasa disebut dengan cable car. Perjalanan selama 10 menit dan kita bisa turun di stasiun yang kita mau, nah untuk menuju ke tample kita juga bisa melalui skyway ini gaes. Bagi yang takut dengan ketinggian jangan memilih yang berlantai kaca ya, karena asli serem banget lho. Aku pribadi juga sebenarnya takut ketinggian, tapi aku itu juga tipe yang penasarannya kuat banget, jadi aku tetap memilih yang berlantai kaca. Sekalinya menilat kebawah, wadawww... ngeri-ngeri puas gitu deh :D
Apalagi disuguhi pemandangan gunung yang MasyaAllah keren, jadi rasa takut bisa teralihkan seketika. 
Se-MasyaAllah itu gaes...
Selain menjelajahi semua yang ada di puncak sana, aku juga menjelajahi beberapa tempat yang ada di kaki gunung itu. Antara lainnya, kebun stroberi, butterfly wonderland, dan juga pertanian madu lebah. Aku sempat beli juga stroberi yang ada di sana dan tentu madunya, karena aku melihat sendiri bagaimana mereka mengelola madunya. Aku jadi sangat yakin untuk membeli, kebetulan memang aku sedang mencari-cari madu organic.

Yang paling aku tidak suka dari liburan tempo hari adalah supir taxi nya yang ugal-ugalan. Beberapa kali bertemu supir taxi yang attitude nya seolah tidak butuh duit haha; "Kalau mau silahkan naik , nggak mau ya sudah turun aja." Set dah!
Speed-nya menggoncang perut sekapoknya, mabok-mabok dah... Bahkan ketika melalui jalan turunan, rasanya mau njungkel gaes :D
Namun terlepas dari serese apapun supir taxinya, overall liburan nya cukup memuaskan.

Catatanku dari liburan kemarin; kita tidak perlu kaya untuk liburan gaes. Kita hanya perlu untuk menjadi sedikit pandai. Pandai mengelola budget yang tipis, pandai mengelola waktu yang singkat, dan tentunya pandai bersyukur :)
Segini dulu cerita liburannya ya, sampai bertemu dicerita-cerita liburan berikutnya. Terimakasih sudah mampir untuk membaca :)

Comments

Post a Comment

Popular Posts