Skip to main content

Featured

EPISODE 5 - SELF CARE; MEMBACA

Assalamu'alaikum, semoga kesehatan dan keimanan kalian dalam keadaan terbaik. Aku excited banget dengan tema self care kali ini. Kalau dengar kata membaca, apa yang ada di pikiran kalian? Sebagian orang pasti ada yang langsung ngantuk hahaha...Tapi kupikir dijaman sekarang ini banyak yang sudah mulai sadar bahwa membaca itu sangat penting, ya walaupun sebagian orang lebih suka membaca status teman di media sosial. Memang tidak salah, karena kita sedang berada di era teknologi. Nah tinggal bagaimana kita mem-filter apa yang kita baca di media sosial. Berdasarkan penelitian di media sosial yang ku punya, banyak  sekali ternyata teman-teman yang lebih tertarik membaca status yang kontroversial, atau pisuhan. Mereka juga lebih tertarik melihat postingan foto daripada artikel. Jadi banyak orang yang menjadikan foto sebagai trik menarik minat orang untuk membaca. Itupun jika fotonya bukan foto selfie sedikit sekali sepertinya yang tertarik, itulah kenapa banyak orang yang ingin menyampa…

EPISODE 4 - SELF CARE ; AUDIT PERTEMANAN

Assalamu'alaikum, semoga kalian dalam keadaan kesehatan dan keimanan terbaik. Sudah lumayan lama setelah episode self care yang terakhir. Kali ini aku kembali dalam episode self care edisi audit pertemanan. Apa tuh audit pertemanan? hehehe...
Bukan cuma laporan keuangan saja lho ternyata yang perlu diaudit, menurutku melakukan audit pertemanan itu juga sangat penting. Bagaimana caranya? Well, coba saja ditulis 10-20 nama orang-orang yang sering kita berinteraksi dengannya. Lalu dicek satu-satu, apakah orang tersebut lebih melemahkan atau menguatkan. Jika ternyata orang tersebut lebih sering melemahkan dan minim kontribusi dalam pertemanan, lalu apa artinya bertahan dalam pertemanan tersebut? 
Dan untuk orang-orang yang memberi kontribusi nyata dan juga energi yang menguatkan, itulah saatnya kita secara strategis membangun hubungan yang lebih baik dengan mereka. Bersikap selektif dalam berteman itu tidak salah. Tentunya bukan hanya karena apa pengaruh mereka untuk dunia kita saja, tapi lebih dari itu kita juga harus memikirkan pengaruh mereka untuk akhirat kita apa?
Benar adanya bahwa tidak semua orang adalah teman kita, hanya karena sering hangout dan hahahihi bareng. Terkadang orang pura-pura menjadi teman, mendengarkan cerita kita namun hanya karena ingin menjadikan cerita kita tersebut sebagai bahan gosip mereka di belakang kita. Ironis bukan?


Di dalam agama kita juga dinasihati untuk berhati-hati memilih teman. Karena teman, kita bisa jadi orang yang selamat dan karena teman pula kita bisa menjadi orang yang sesat dan merugi. Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan tentang peran dan dampak seorang teman dalam sabda beliau yang artinya:

"Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap." HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628

Jangan dengarkan orang yang suka nyinyir karena sikap kita yang terlalu selektif, karena justru sikap selektif itu sangat penting. Kalau tidak sekarang mumpung kita masih di dunia mau kapan lagi? Di dunialah kita harus berhati-hati jangan sampai kita menyesal pada hari kiamat nanti karena pengaruh teman yang buruk sehingga tergelincir dari jalan kebenaran dan terjerumus dalam kemaksiatan. Renungkanlah firman Allah berikut :

"Dan ingatlah ketika orang-orang zalim menggigit kedua tanganya seraya berkata : "Aduhai kiranya aku dulu mengambil jalan bersama Rasul. Kecelakaan besar bagiku. Kiranya dulu aku tidak mengambil fulan sebagai teman akrabku. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Qur’an sesudah Al Qur’an itu datang kepadaku. Dan setan itu tidak mau menolong manusia." QS. Al Furqan:27-29

Lihatlah bagiamana Allah menggambarkan seseorang yang telah menjadikan orang-orang yang jelek sebagai teman-temannya di dunia sehingga di akhirat menyebabkan penyesalan yang sudah tidak berguna lagi. Jadi jangan pernah ragu untuk mengaudit pertemanan, mumpung kita masih punya waktu di dunia. Jangan lupa juga untuk selalu berdoa kepada Allah, supaya diberi petunjuk untuk memilih teman yang baik.

Semoga dengan teman yang baik, kita bisa meningkatkan kualitas hidup dan bekal yang baik pula untuk perjalanan akhirat kita kelak, InsyaAllah. Sekian dulu episode self care kali ini. Semoga bermanfaat untuk aku dan juga kalian semua. Until next time!



Comments

Popular Posts